Posted by: dawudabd | October 2, 2009

Berita Duka: Kecelakaan Isral Wahyudi

Di Probolinggo, dalam sehari kemarin (29/9) terjadi dua kecelakaan. Dua kecelakaan itu mengakibatkan dua tewas. Kecelakaan pertama terjadi di ruas jalan raya Bayeman, Tongas. Tepatnya di timur jembatan Bayeman. Sekitar pukul 07.30, motor nopol W 5448 FX yang ditunggangi Isral Wahyudi, 30, warga Batu Bajulang, Sumatera Barat, tertabrak motor yang dikemudikan Moestar, 47, warga Sumendi, Tongas.

Isral tewas. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo. Menurut Sukadi, 41, salah satu teman korban, enam tahun terakhir ini Isral tinggal di Gresik. Dia bekerja sebagai teknisi mekanik di PJB sejak 4 tahun yang lalu. “Kalau resmi bekerjanya di PJB 4 tahun lalu, tapi 2 tahun sebelumnya dia masih magang,” ujar Sukadi.

Sukadi dan Isral bekerja di PJB Gresik. Tapi, kemarin mereka mendapat panggilan oleh PJB Paiton. “Kami ke sini karena ada tugas di PJB Paiton,” kata Sukadi lagi. Tapi, belum sampai di PJB Paiton, Isral mengalami kecelakaan hingga tewas.

Saat terjadi kecelakaan kemarin, Sukadi berada di belakang motor Isral. Dari arah barat Isral melaju. Di timur jembatan Bayeman, sebuah mobil Grand Max hendak menyalip mobil di depannya. Isral berniat membuntuti Grand Max itu. Tapi, Grand Max itu urung menyalip karena ada mobil dari arah berlawanan. Isral pun urung membuntuti. Tapi, posisinya terlalu dekat dengan Grand Max. Motornya V-Xion yang ditumpanginya kesenggol body belakang Grand Max.

Isral jatuh. Dari arah berlawanan, meluncur sepeda motor Thunder yang dikemudikan Moestar. Moestar mencoba untuk menghindari, tapi tidak berhasil. Motor Moestar pun menumbuk kepala Isral. “Dia (Moestar, red) juga jatuh,” ujar Sukadi. Isral meninggal di TKP. Sedangkan Moestar yang staf di kecamatan Tongas itu mengalami patah tulang lengan kanan. Mereka berdua kemudian dilarikan ke RSUD Dr Moh. Saleh. Bedanya, Isral langsung masuk kamar mayat. Sekitar pukul 11.30, jenazah Isral dibawa pulang oleh rekan-rekannya.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Edi Santoso melalui Kanit Laka Aiptu Suwarta mengimbau para pengemudi untuk lebih berhati-hati lagi dalam berkendara. Menurutnya, saat ini volume pengendara semakin meningkat. Padahal, lebar jalan tak berubah. “Ini perlu kewaspadaan dari para pengendara,” ujarnya.

Tapi, sekitar pukul 12.00, kembali terjadi kecelakaan. Kali ini di ruas Jl Ikan Tongkol, Mayangan Kota Probolinggo. Korbannya adalah Hadari, 40, warga Jl Soekarno Hatta 7 Ketapang Probolinggo. Tukang ojek itu tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Moh Saleh. Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, siang itu Hadari sedang mengantar penumpangnya ke Mayangan. Selesai mengantarkan penumpang, Hadiri berniat kembali ke tempat mangkalnya di sisi barat pos polisi Ketapang.   Sampai di Jl Ikan Tongkol sekira 10 meter dari sisi utara kuburan Mayangan, ada seorang anak kecil menyeberang jalan. Hadari mencoba menghindari bocah tersebut. Hadari memang berhasil menghindari bocah itu, tapi dia sendiri terjatuh.

Warga yang mengetahui hal itu, langsung melarikan Hadari ke RSUD. Sampai di RSUD Hadari mendapat perawatan dari tim Medis. Tapi, sekitar 30 menit kemudian, Hadari menghembuskan nafas terakhirnya.  “Dia hanya mengalami luka lecet di tangan kanannya. Kemungkinan besar dia (korban, Red) shock berat dan punya penyakit jantung. Sehingga dia tidak kuat dan meninggal,” ujar salah satu petugas medis. (rud/yud) Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=117153


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: